“Aih, Kenapa sih,… kok islam melarang pacaran?? Begitu keluhan fulanah. Buat Fulanah ia melihat ada sisi positif yang bisa diambil dari pacaran ini. Pacaran atau menurutnya ‘penjajakan’ antara dua insan lain jenis sebelum menikah sangat penting agar masing-masing pihak dapat mengetahui karakter satu sama lainnya (dan biasanya untuk memahami karakter pasangannya ada yang bertahun-tahun berpacaran lho!!).
Fulanah menambahkan ,”Jadi dengan berpacaran kita akan lebih banyak belajar dan tahu, tanpa pacaran ?? Ibarat membeli kucing dalam karung!! Enggak deh…!” Kemudian ia menambahkan “Bila suka dan serius bisa diteruskan ke pelaminan bila tidak ya,..cukup sampai disini..bye-bye!!, Mudahkan?” Hmm… Fulanah tidakkah engkau melihat dampak buruk dari berpacaran ini, ketika masing-masing pihak memutuskan berpisah??…
Fulanah apakah engkau yakin benar apabila “putus dari pacaran” hati ini tidak sakit? Benarkah hati ini bisa melupakan bekas-bekas dari pacaran itu? Tidakkah hati ini kecewa, pedih, atau ikut menangis bersama butiran air mata yang menetes?? Sulit dibayangkan! Karena memang begitulah yang saya lihat didepan mata menyaksikan orang yang baru saja putus pacaran…
Bila memang kita tanya semua wanita muslimah seusia Fulanah (yang sedang beranjak dewasa) maka akan melihat ‘pacaran’ ini dengan sejuta nilai positif. Jadi, jangan merasa aneh bila kita dapati mereka merasa malu dengan kawannya karena belum punya pacar!!.. Duh,..kasihan sekali… Wahai ukhti muslimah… Mari kita tela’ah bersama dengan lebih dalam. Berdasarkan fakta yang ada, bila anda mau menengok sekilas ke surat kabar, tetangga sebelah atau lingkungan sekitar , siapa sebenarnya yang banyak menjadi korban ‘keganasan’ dari pacaran ini? Wanita bukan??.. Bila anda setuju dengan saya, Alhamdulillah berarti hati anda sedikit terbuka.
Ya,… coba lihat akibat dari berpacaran ini. Awalnya memang hanya bertemu, ngobrol bareng, bersenda gurau, ketawa ketiwi, lalu setelah itu?? Tentu saja setan akan terus berperan aktif, dia baru akan meninggalkan keturunan Adam ini setelah terjerumus dalam dosa atau maksiat. Pernahkah anda mendengar teman atau tetangga ukhti hamil di luar nikah? Suatu klinik illegal untuk praktek aborsi penuh dengan kaum wanita yang ingin menggugurkan kandungannya? Karena sang pacar lari dengan langkah seribu atau tidak mau kedua orangtuanya tahu? Atau pernahkah engkau membaca berita ada seorang wanita belia yang nekat bunuh diri minum racun serangga karena baru saja di putuskan oleh kekasihnya??
Sadarkah kita, bahwa sebenarnya kaum hawalah yang banyak dieksploitasi dari ‘ajang pacaran ini? Sungguh, islam telah memuliakan wanita dan menghormati kedudukan mereka. Tidak percaya??lihat hadits ini.. ”janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya” (HR.Bukhari, Muslim dan Ahmad).
Islam melarang laki-laki untuk berduaan tanpa ada orang ketiga karena islam tidak menginginkan terjadinya pelecehan ‘seksual’ terhadap wanita. Sehingga jadilah mereka wanita-wanita muslimah terhormat dan terjaga kesuciannya. Untuk kaum laki-laki pun islam melarang mereka menyentuh wanita yang bukan mahramnya coba simak hadits ini : “Sungguh bila kepala salah seorang ditusuk dengan besi panas lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR.Thabrani, dalam Mu’jamul Kabir).
Nah, jelas bukan mengapa islam melarang pacaran?? Bila memang seorang laki-laki ingin serius menjalin hubungan dengan seorang wanita, maka islam telah menyediakan sarananya, yaitu menikah. Karena islam Bukanlah agama yang kaku, maka islam menganjurkan kepada masing-masing pihak untuk saling berkenalan (ta’aruf). Tentu saja tidak berduaan lho, …harus ada pihak ketiganya. Setelah itu? Ya,. selamat bertanya tentang biografi calon pasangan anda, apabila kurang jelas, masih kurang yakin..islam menganjurkan mereka untuk shalat istikharah agar di berikan pilihan yang mantap yang nantinya insya Allah akan berakibat baik bagi dunia dan akhirat kedua belah pihak. Setelah mantap dan yakin akan pilihannya..kuatkan azzam (tekad), dan Bismillah… menikah..!! Indah bukan?? Wallahua’lam bish shawwab.
Showing posts with label Article. Show all posts
Showing posts with label Article. Show all posts
Shalat Tahajjud Bisa
Mengatasi Kanker
Sebuah penelitian ilmiah membuktikan, shalat tahajjud membebaskan seseorang
dari pelbagai penyakit.
Berbahagialah Anda yang rajin shalat tahajjud. Di satu sisi pundi-pundi pahala Anda kian bertambah, di sisi lain, Anda pun bisa memetik keuntungan jasmaniah. Insya Allah, Anda bakal terhindar dari pelbagai penyakit.
Berbahagialah Anda yang rajin shalat tahajjud. Di satu sisi pundi-pundi pahala Anda kian bertambah, di sisi lain, Anda pun bisa memetik keuntungan jasmaniah. Insya Allah, Anda bakal terhindar dari pelbagai penyakit.
Itu bukan ungkapan teoritis semata, melainkan sudah diuji dan dibuktikan
melalui penelitian ilmiah. Penelitinya dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel
Surabaya, Mohammad Sholeh, dalam usahanya meraih gelar doktor.
Sholeh melakukan penelitian terhadap para siswa SMU Lukmanul Hakim Pondok
Pesantren Hidayatullah Surabaya yang secara rutin memang menunaikan shalat
tahajjud.
Ketenangan
Shalat tahajjud yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi, kata Sholeh,
bisa mendatangkan Ketenangan. Sementara ketenangan itu sendiri
terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko
terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup.
Sebaliknya, bentuk-bentuk tekanan mental seperti stres maupun depresi membuat
seseorang rentan terhadap berbagai penyakit, infeksi dan mempercepat
perkembangan sel kanker serta meningkatkan metastasis (penyebaran sel kanker).
Tekanan mental itu sendiri terjadi akibat gangguan irama sirkadian (siklus bioritmik manusia) yang ditandai dengan peningkatan Hormon Kortisol. Perlu diketahui, Hormon Kortisol ini biasa dipakai sebagai tolok ukur untuk mengetahui kondisi seseorang apakah jiwanya tengah terserang stres, depresi atau tidak.
Untungnya, kata Sholeh, Stres Bisa Dikelola. Dan pengelolaan itu bisa dilakukan dengan cara edukatif atau dengan cara Teknis Relaksasi atau Perenungan/Tafakur dan umpan balik hayati (bio feed back). "Nah, shalat tahajjud mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga dapat digunakan sebagai coping mechanism atau pereda stres yang akan meningkatkan ketahanan tubuh seseorang secara natural", jelas Sholeh dalam disertasinya berjudul Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik.
Tekanan mental itu sendiri terjadi akibat gangguan irama sirkadian (siklus bioritmik manusia) yang ditandai dengan peningkatan Hormon Kortisol. Perlu diketahui, Hormon Kortisol ini biasa dipakai sebagai tolok ukur untuk mengetahui kondisi seseorang apakah jiwanya tengah terserang stres, depresi atau tidak.
Untungnya, kata Sholeh, Stres Bisa Dikelola. Dan pengelolaan itu bisa dilakukan dengan cara edukatif atau dengan cara Teknis Relaksasi atau Perenungan/Tafakur dan umpan balik hayati (bio feed back). "Nah, shalat tahajjud mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga dapat digunakan sebagai coping mechanism atau pereda stres yang akan meningkatkan ketahanan tubuh seseorang secara natural", jelas Sholeh dalam disertasinya berjudul Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik.
Tahajjud harus secara Ikhlas
& Kontinyu
Namun pada saat yang sama, shalat tahajjud pun Bisa Mendatangkan Stres,
terutama bila Tidak Dilaksanakan Secara Ikhlas dan Kontinyu.
"Jika tidak dilaksanakan dengan ikhlas, bakal terjadi kegagalan dalam
menjaga homeostasis atau daya adaptasi terhadap perubahan pola irama
pertumbuhan sel yang normal, tetapi jika dijalankan dengan ikhlas dan kontinyu
akan sebaliknya", katanya kepada Republika.
Dengan
begitu, keikhlasan dalam menjalankan shalat tahajjud menjadi sangat penting.
Selama ini banyak kiai, dan intelektual berpendapat bahwa ikhlas adalah
persoalan mental-psikis. Artinya, hanya Allah swt yang mengetahui dan mustahil
dapat dibuktikan secara ilmiah. Namun lewat penelitiannya, Sholeh berpendapat
lain.
Ia yakin, secara medis, ikhlas yang dipandang sebagai sesuatu yang misteri itu bisa dibuktikan secara kuantitatif melalui indikator sekresi hormon kortisol. "Keikhlasan Anda dalam shalat tahajjud dapat dimonitor lewat irama sirkadian, terutama pada sekresi hormon kortisolnya", kata pria yang meraih gelar doktor pada bidang psikoneoroimunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.
Dijelaskan Sholeh, jika ada seseorang yang merasakan sakit setelah menjalankan shalat tahajjud, besar kemungkinan itu berkaitan dengan niat yang tidak ikhlas, sehingga gagal terhadap perubahan irama sirkadian tersebut. Gangguan adaptasi itu tercermin pada sekresi kortisol dalam serum darah yang seharusnya menurun pada malam hari. Apabila sekresi kortisol tetap tinggi, maka produksi respon imunologik akan menurun sehingga berakibat munculnya gangguan kesehatan pada tubuh seseorang. Sedangkan sekresi kortisol menurun, maka indikasinya adalah terjadinya
produksi respon imunologik yang meningkat pada tubuh seseorang. Niat yang tidak ikhlas, kata Sholeh, akan menimbulkan Kekecewaan, Persepsi Negatif, dan Rasa Tertekan. Perasaan negatif dan tertekan itu menjadikan seseorang rentan terhadap serangan stres.
Dalam kondisi stres yang berkepanjangan yang ditandai dengan tingginya sekresi kortisol, maka hormon kortisol itu akan bertindak sebagai imunosupresif yang menekan proliferasi limfosit yang akan mengakibatkan imunoglobulin tidak terinduksi. Karena imunoglobulin tidak terinduksi maka sistem daya tahan tubuh akan menurun sehingga rentan terkena infeksi dan kanker.
Kanker, seperti diketahui, adalah pertumbuhan sel yang tidak normal. "Nah, kalau melaksanakan shalat tahajjud dengan ikhlas dan kontinyu akan dapat merangsang pertumbuhan sel secara normal sehingga membebaskan pengamal shalat tahajjud dari berbagai penyakit dan kanker (tumor ganas)," kata alumni Pesantren Lirboyo Kediri Jatim ini. Menurutnya, shalat tahajjud yang dijalankan dengan tepat, kontinyu, khusuk, dan ikhlas dapat menimbulkan persepsi dan motivasi positif sehingga menumbuhkan coping mechanism yang efektif.
Sholeh menjelaskan, respon emosional yang positif atau coping mechanism dari pengaruh shalat tahajjud ini berjalan mengalir dalam tubuh dan diterima oleh batang otak. Setelah diformat dengan bahasa otak, kemudian ditrasmisikan ke salah satu bagian otak besar yakni Talamus. Kemudian, Talamus menghubungi Hipokampus (pusat memori yang vital untuk mengkoordinasikan segala hal yang diserap indera) untuk mensekresi GABA yang bertugas sebagai pengontrol respon emosi, dan menghambat Acetylcholine, serotonis dan neurotransmiter yang lain yang memproduksi sekresi kortisol.
Selain itu, Talamus juga mengontak prefrontal kiri-kanan dengan mensekresi dopanin dan menghambat sekresi seretonin dan norepinefrin. Setelah terjadi kontak timbal balik antara Talamus-Hipokampus-Amigdala-Prefrontal kiri-kanan, maka Talamus mengontak ke Hipotalamus untuk mengendalikan sekresi kortisol.
Ia yakin, secara medis, ikhlas yang dipandang sebagai sesuatu yang misteri itu bisa dibuktikan secara kuantitatif melalui indikator sekresi hormon kortisol. "Keikhlasan Anda dalam shalat tahajjud dapat dimonitor lewat irama sirkadian, terutama pada sekresi hormon kortisolnya", kata pria yang meraih gelar doktor pada bidang psikoneoroimunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.
Dijelaskan Sholeh, jika ada seseorang yang merasakan sakit setelah menjalankan shalat tahajjud, besar kemungkinan itu berkaitan dengan niat yang tidak ikhlas, sehingga gagal terhadap perubahan irama sirkadian tersebut. Gangguan adaptasi itu tercermin pada sekresi kortisol dalam serum darah yang seharusnya menurun pada malam hari. Apabila sekresi kortisol tetap tinggi, maka produksi respon imunologik akan menurun sehingga berakibat munculnya gangguan kesehatan pada tubuh seseorang. Sedangkan sekresi kortisol menurun, maka indikasinya adalah terjadinya
produksi respon imunologik yang meningkat pada tubuh seseorang. Niat yang tidak ikhlas, kata Sholeh, akan menimbulkan Kekecewaan, Persepsi Negatif, dan Rasa Tertekan. Perasaan negatif dan tertekan itu menjadikan seseorang rentan terhadap serangan stres.
Dalam kondisi stres yang berkepanjangan yang ditandai dengan tingginya sekresi kortisol, maka hormon kortisol itu akan bertindak sebagai imunosupresif yang menekan proliferasi limfosit yang akan mengakibatkan imunoglobulin tidak terinduksi. Karena imunoglobulin tidak terinduksi maka sistem daya tahan tubuh akan menurun sehingga rentan terkena infeksi dan kanker.
Kanker, seperti diketahui, adalah pertumbuhan sel yang tidak normal. "Nah, kalau melaksanakan shalat tahajjud dengan ikhlas dan kontinyu akan dapat merangsang pertumbuhan sel secara normal sehingga membebaskan pengamal shalat tahajjud dari berbagai penyakit dan kanker (tumor ganas)," kata alumni Pesantren Lirboyo Kediri Jatim ini. Menurutnya, shalat tahajjud yang dijalankan dengan tepat, kontinyu, khusuk, dan ikhlas dapat menimbulkan persepsi dan motivasi positif sehingga menumbuhkan coping mechanism yang efektif.
Sholeh menjelaskan, respon emosional yang positif atau coping mechanism dari pengaruh shalat tahajjud ini berjalan mengalir dalam tubuh dan diterima oleh batang otak. Setelah diformat dengan bahasa otak, kemudian ditrasmisikan ke salah satu bagian otak besar yakni Talamus. Kemudian, Talamus menghubungi Hipokampus (pusat memori yang vital untuk mengkoordinasikan segala hal yang diserap indera) untuk mensekresi GABA yang bertugas sebagai pengontrol respon emosi, dan menghambat Acetylcholine, serotonis dan neurotransmiter yang lain yang memproduksi sekresi kortisol.
Selain itu, Talamus juga mengontak prefrontal kiri-kanan dengan mensekresi dopanin dan menghambat sekresi seretonin dan norepinefrin. Setelah terjadi kontak timbal balik antara Talamus-Hipokampus-Amigdala-Prefrontal kiri-kanan, maka Talamus mengontak ke Hipotalamus untuk mengendalikan sekresi kortisol.
Nah teman-teman semua, kesimpulan dari uraian di atas adalah, bahwa Tahajud selain mempunyai manfaat spiritual seperti yang telah kita ketahui bersama, juga mempunyai manfaat dari segi kesehatan yang salah satunya mengatasi kanker serta memberikan ketenangan bagi kita. Mari sama-sama kita berusaha untuk menegakkan sholat sunat yang satu ini secara Iklas dan kontinyu.
Tahajud,,,pahala dapat, sehat pun nikmat :)
*sumber: dari berbagai sumber
Jadilah seorang wanita sholihah, Yang hatinya dibalut rasa taqwa kepada Allah, Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Dien Allah, Yang senantiasa haus dengan ibadah kepada Allah, Yang senantiasa dahaga akan mengharap ridho Allah Yang sholatnya adalah bekal dirinya, Yang tidak pernah takut untuk berkata benar, Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu, Yang senatiasa bersama para mujahiddah Allah
Jadilah seorang wanita sholihah Yang menjaga tutur katanya, Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya, Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya, Yang senatiasa berbuat kebajikan karena sifatnya yang penyayang, Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jahat
Jadilah seorang wanita sholihah Yang menghormati suaminya. Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga, Yang bakal menjaga kerukunan rumah tangga, Yang akan mendampingi suami dalam mendidik anak-anaknya untuk mendalami Islam, Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan, Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat. Jadilah seorang wanita sholihah, Yang senatiasa bersedia untuk menjadi makmum imamnya Yang hidup di bawah naungan al-Quran dan qona'ah Yang tidak dikotori dengan perhiasan dunia Yang menjaga matanya dari berbelanja, Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.
Jadilah seorang wanita sholihah Yang selalu menjaga lisan, penyayang keluarga & suaminya, Matanya kepenatan karena membaca al-Quran, Suaranya lesu karena penat berzikir, Tidurnya lelap dengan cahaya keimanan, Bangunnya Subuh penuh kesigapan Karena dia sadar betapa indahnya menjadi wanita sholihah melebihi perhiasan apapun didunia Semakin sadar bertambah usianya bertambah kematangannya.
Jadilah seorang wanita sholihah Yang senantiasa mengabdikan diri untuk menjadi mujahiddah Alloh Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat, Yang mana buah kehidupan itu perlu dipelihara dan dijaga, Agar tumbuh putik tunas yang bakal menjaga dirinya di alam baqo' Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian. Jadilah seorang wanita sholihah Yang tidak terpesona dengan buaian dunia, Karena dia mengimpikan syurga Alloh. Semoga senantiasa dirahmati-Nya... (¯`v´¯)♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin
source: salah satu grup
Bismillahirrahmanirahiim…. Assalamu'alykum warahmatullahi wabarakatuh. Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui tobat. Ukhty... Rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang tak pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus-menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya. Maaf ukhty... Tapi menurutku kau bukan apa-apa di banding Dia. Kau sangat lemah, kecil, dan kerdil di hadapan-Nya, walaupun kau begitu rupawan lagi cantik, Ia lebih indah dan bercahaya dari dirimu. Ia berbuat apa saja sekehendak-Nya kepadaku. Dan ukhty, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut, hubungan kita selama ini membuatNya murka.
Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras Siksa-Nya. Ukhty... Belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan di tanyakan oleh-Nya. Ia bisa marah, ukhty...marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena aku pernah bertamu ke rumahmu dan di ruang tamu itu kita hanya berdua walaupun kita duduk agak menjauh, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus memboncengmu dengan sepeda motorku, marah karena pernah ketetapan-Nya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu, marah karena aku pernah mendahului takdir-Nya dengan mengajakmu untuk menungguku menjadi istriku kelak. Padahal itu belum pasti adanya. Ia bisa marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat, kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni.
Ukhty...Ia Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana. Ukhty... Jangan marah ya...aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya
tapi tak cuma aku ukhty...kau pun bisa menjadi KekasihNya, kekasih yang amat di cintai dan di muliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-larangan-Nya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insya Allah, Dia punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing.
Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang di benciNya, kau pasti akan di pertemukan dengan seorang lelaki shalilah. Ya...lelaki shalilah yang pasti lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridho Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, ukhty..
Uhkty... Aku akan segera menghapus namamu dari memory masa lalu yang salah arah ini. Tapi...aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, ukhty...itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.
Maaf, ukhty... Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini akan merusak hati, tak akan ada lagi sms dariku yang rutin masuk ke ponselmu untuk menanyakan sudah shalat atau belum...aku tidak ingin engkau memiliki sedikit rasa ria (sombong) sedikitpun di hatimu ketika akan beribadah, karena itu sangat di benci oleh Allah dan tak akan diterima amalnya. Ketikan tuts...keyboard terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita. Insya Allah... Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras Siksa-Nya. Ukhty... Belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan di tanyakan oleh-Nya. Ia bisa marah, ukhty...marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena aku pernah bertamu ke rumahmu dan di ruang tamu itu kita hanya berdua walaupun kita duduk agak menjauh, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus memboncengmu dengan sepeda motorku, marah karena pernah ketetapan-Nya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu, marah karena aku pernah mendahului takdir-Nya dengan mengajakmu untuk menungguku menjadi istriku kelak. Padahal itu belum pasti adanya. Ia bisa marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat, kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni.
Ukhty...Ia Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana. Ukhty... Jangan marah ya...aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya
tapi tak cuma aku ukhty...kau pun bisa menjadi KekasihNya, kekasih yang amat di cintai dan di muliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-larangan-Nya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insya Allah, Dia punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing.
Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang di benciNya, kau pasti akan di pertemukan dengan seorang lelaki shalilah. Ya...lelaki shalilah yang pasti lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridho Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, ukhty..
Uhkty... Aku akan segera menghapus namamu dari memory masa lalu yang salah arah ini. Tapi...aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, ukhty...itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.
Maaf, ukhty... Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini akan merusak hati, tak akan ada lagi sms dariku yang rutin masuk ke ponselmu untuk menanyakan sudah shalat atau belum...aku tidak ingin engkau memiliki sedikit rasa ria (sombong) sedikitpun di hatimu ketika akan beribadah, karena itu sangat di benci oleh Allah dan tak akan diterima amalnya. Ketikan tuts...keyboard terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita. Insya Allah... Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
source: dari sebuah grup
Kesimpulan yang dapat saya petik dari Surat Cinta tersebut adalah, bahwa betapa indahnya jika kita menjalin hubungan dengan seseorang yang kita cintai karena Allah disaat telah ada ikatan cinta yang halal diantara kedua pasangan.. Halal dimata orang dan tentunya halal di hadapan Sang Pemilik Cinta..
Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan. Allahuakbar!! ^^
Seperti api yang menemukan kayu Membakar dan menghanguskan. Seperti panas yang mencairkan batuan es. Hingga dingin itu menjadi salju. Seperti ombak yang menghantam karang. Tak bergeming, tapi pasti akan terkikis.
Sedikit, demi sedikit... Menghujam sanubari. Dan terasa resah yang menyesak saat nafsu membisikkan untuk sekedar menatap. Untuk sekedar menyapa. Untuk sekedar berbicara....
Di sini ada hati yang terkapar. Karena sikap yang tanpa sengaja membuat hatiku selalu gundah. Ada yang salah dengan imanku. Karena aku mulai tergoyahkan dengan apa yang ku pandang indah. Ada yang mengganggu keteguhan imanku. Karena aku mulai berkhayal ada bahu itu untuk bersandar. Jika ini jatuh cinta.
Cukup satu yang bisa ku yakinkan. Jatuh itu sakit... Dan tentang sikap yang membuatku resah ini memang begitu sakit... Semoga aku bisa melabuhkan cintaku hanya karena ALLAH... Biarlah aku terus merasa jatuh.... Tapi aku akan bangkit untuk membangun cinta.... Cinta yang bisa menggapai surga..... Seorang ikhwan melintas dalam angan. Tundukkan pandangan dan sikapku dengan Hijab ini Agar rasa ini terjaga dengan dzikirMu... Agar rasa ini menjadi halal setelah akad itu terucap. Agar rasa ini menjadi indah pada masanya.. Tautkanlah hati kami dalam indahnya mencintai karenaMU. Agar rasa ini menentramkan dan menyejukkan. Agar rasa ini mengantarkanku menjadi bidadari dalam taman iman yang di penuhi wangi bunga surga. Pertemukan rasa kami dalam ridhoMU. Setelah lelah menahan apa yang membuat resah.
Jika dia memang sebaik – baik pakaian untukku. Pangeran itu adalah seseorang yang akan menyelamatkan kegundahan hatiku. Dengan segenap kemampuan yang ALLAH berikan dan tuntunan yang Allah berikan, dia akan segera menemukanku dan datang menjemputku. Karena diriku adalah belahan jiwanya... Karena diriku adalah bidadari dalam hatinya... Karena aku adalah pakaian untuknya... Karena aku adalah wanita pendamping hidup yang di ciptakan ALLAH untuk menemani perjuangannya menemukan tujuan hidup mulia tuk mencapai Ridho ALLAH..
Sedikit, demi sedikit... Menghujam sanubari. Dan terasa resah yang menyesak saat nafsu membisikkan untuk sekedar menatap. Untuk sekedar menyapa. Untuk sekedar berbicara....
Di sini ada hati yang terkapar. Karena sikap yang tanpa sengaja membuat hatiku selalu gundah. Ada yang salah dengan imanku. Karena aku mulai tergoyahkan dengan apa yang ku pandang indah. Ada yang mengganggu keteguhan imanku. Karena aku mulai berkhayal ada bahu itu untuk bersandar. Jika ini jatuh cinta.
Cukup satu yang bisa ku yakinkan. Jatuh itu sakit... Dan tentang sikap yang membuatku resah ini memang begitu sakit... Semoga aku bisa melabuhkan cintaku hanya karena ALLAH... Biarlah aku terus merasa jatuh.... Tapi aku akan bangkit untuk membangun cinta.... Cinta yang bisa menggapai surga..... Seorang ikhwan melintas dalam angan. Tundukkan pandangan dan sikapku dengan Hijab ini Agar rasa ini terjaga dengan dzikirMu... Agar rasa ini menjadi halal setelah akad itu terucap. Agar rasa ini menjadi indah pada masanya.. Tautkanlah hati kami dalam indahnya mencintai karenaMU. Agar rasa ini menentramkan dan menyejukkan. Agar rasa ini mengantarkanku menjadi bidadari dalam taman iman yang di penuhi wangi bunga surga. Pertemukan rasa kami dalam ridhoMU. Setelah lelah menahan apa yang membuat resah.
Jika dia memang sebaik – baik pakaian untukku. Pangeran itu adalah seseorang yang akan menyelamatkan kegundahan hatiku. Dengan segenap kemampuan yang ALLAH berikan dan tuntunan yang Allah berikan, dia akan segera menemukanku dan datang menjemputku. Karena diriku adalah belahan jiwanya... Karena diriku adalah bidadari dalam hatinya... Karena aku adalah pakaian untuknya... Karena aku adalah wanita pendamping hidup yang di ciptakan ALLAH untuk menemani perjuangannya menemukan tujuan hidup mulia tuk mencapai Ridho ALLAH..
Tulisan ini berasal dari saudara kita sesama muslim. Beliau menceritakan bahwa; Ana td kebetulan lagi buka file komputer lama, trus menemukan file ini, tp ana ga tahu sumber dari cerita di bawah ini,,, siapa ustadz-nya... Ini hanya pembicaraan antara 2 orang. Tp ana pikir, ibroh / hikmah dari percakapan ini sungguh besar & mengena sekali dgn kesibukan kita sehari-hari...
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"...Allah Menunggu Kita...????!!!"
TIDAK ada pekerjaan terpenting dalam kehidupan kita kecuali menunggu datangnya shalat, dan menyegerakan shalat. Dalam satu dialog ada yang bertanya kepada saya tanpa sadar kita sering memberi perintah kepada Allah. ”Tahu ga ustadz, perintah apa tuh kira-kira ?.”
Saya memilih diam. Menikmati nasihat yang sedang datang ke saya. Sejak awal bicara, saya memilih belajar saja. ”Perintah yang dimaksud, perintah tunggu” katanya. Pembicaraan saat itu sedang membicarakan shalat tepat waktu. Saya langsung merespon membenarkan. ”Iya juga. Perintah tunggu Ya ???”
"Coba aja lihat", kata orang ini. "Ketika Allah memanggil, lewat muadzin, kita masih asyik dengan dunia kita. Tidak sadar Allah sudah memanggil kita untuk sujud dan ruku menghadap-Nya. Sebagian lagi mendengar, tapi tidak bergerak. Sebagiannya malah tidak bisa lagi mendengar".
Tertutup oleh kesibukannya bekerja, berusaha dan mencari dunia. Benar. Rupanyakita ini memberi satu pengkodean terhadap Allah, di hampir di setiap lima waktu shalat.
Tertutup oleh kesibukannya bekerja, berusaha dan mencari dunia. Benar. Rupanyakita ini memberi satu pengkodean terhadap Allah, di hampir di setiap lima waktu shalat.
Yaitu pengkodean perintah ”tunggu”. Luar biasa. Jadilah Allah ”menunggu” kita. Sungguh
tidak ada pantas-pantasnya. Masa Allah disuruh menunggu kita, iya ga ?"
tidak ada pantas-pantasnya. Masa Allah disuruh menunggu kita, iya ga ?"
Perintah "Tunggu" Tidak ada yang lebih penting di dunia ini yang harus kita kerjakan kecuali shalat. Shalatlah pekerjaan utama kita, sedang yang lainnya adalah pekerjaan sambilan.
Apa yang terjadi dengan diri Anda ketika Anda mendengar azan ? Apakah langsung bergegas memenuhi panggilan azan tersebut, lalu melaksanakan shalat? Atau biasa-biasa saja? Kalau Anda tidak segera bergegas menyambut seruan itu, maka ketahuilah kita termasuk kategori memberi perintah kepada Allah. Yaitu perintah ”tunggu” itu.
Perintah ”tunggu” kepada Allah ini berarti, ”Tunggu ya, saya sedang melayani pelanggan”, ”Tunggu ya, saya sedang nyetir”, ”Tunggu ya, saya sedang menerima tamu”, ”Tunggu ya, saya sedang menemani klien”, ”Tunggu ya, saya sedang rapat.”
”Tunggu ya, saya sedang dagang nih”, ”Tunggu ya, saya sedang belanja”, ”Tunggu ya, saya sedang belajar”, ”Tunggu ya, saya sedang ngajar, ”Tunggu ya, saya sedang merokok, ”Tunggu ya, saya sedang di tol, ”Tunggu ya, saya sedang dalam terburu-buru, ”Tunggu ya, saya sedang tidur, ”Tunggu ya, saya sedang bekerja. Dan seterusnya.
Coba aja berkaca kepada diri sendiri, dan kebiasaan ketika menghadapi waktu shalat. Perintah tunggu inilah yang kita berikan kepada Allah. Azan berkumandang,,, "Allahu akbar, Allahu akbar" Bukannya kita bergegas menyambut seruan itu, malah Allah kita suruh menunggu...!!!
Siapa Kita ... ???
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."
Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; " anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.
Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.
Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; "Allah, apa yang Engkau lakukan? " Ia menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"
Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu."
Ada sepuluh cara setidaknya, agar kita bisa menjawab godaan setan yang selalu ingin menjerumuskan kita ke jurang neraka. Cara praktis mengusir iblis dan bala tentaranya itu tertuang nasihat seorang ulama dalam dialog antara manusia dan iblis:
1. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Anakmu mati," katakan kepadanya : Sesungguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan dariku(putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku bahagia".
2. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Hartamu musnah," katakan kepadanya : "Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat."
3. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorangpun." maka katakan kepadanya : "Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan (Mukhsinin)".
4. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Betapa banyak kebaikanmu," dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri(Ujub). Maka katakan kepadanya: "Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku".
5. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata:"Alangkah banyaknya shalatmu". Maka katakan : "Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku".
6. Dan jika ia datang dan berkata: "Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang". Maka katakan kepadanya: "Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan".
7. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak orang yang menzalimimu". Maka katakan kepadanya : "Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak".
8. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak amalmu". Maka katakan kepadanya: "Betapa seringnya aku bermaksiat".
9. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Minumlah minuman-minuman keras!". Maka katakan : "Saya tidak akan mengerjakan maksiat".
10. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Mengapa kamu tidak mencintai dunia?". Maka katakan : "Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya".
Semoga bermanfaat ^^
*MMC
1. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Anakmu mati," katakan kepadanya : Sesungguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan dariku(putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku bahagia".
2. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Hartamu musnah," katakan kepadanya : "Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat."
3. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorangpun." maka katakan kepadanya : "Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan (Mukhsinin)".
4. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Betapa banyak kebaikanmu," dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri(Ujub). Maka katakan kepadanya: "Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku".
5. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata:"Alangkah banyaknya shalatmu". Maka katakan : "Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku".
6. Dan jika ia datang dan berkata: "Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang". Maka katakan kepadanya: "Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan".
7. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak orang yang menzalimimu". Maka katakan kepadanya : "Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak".
8. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak amalmu". Maka katakan kepadanya: "Betapa seringnya aku bermaksiat".
9. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Minumlah minuman-minuman keras!". Maka katakan : "Saya tidak akan mengerjakan maksiat".
10. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Mengapa kamu tidak mencintai dunia?". Maka katakan : "Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya".
Semoga bermanfaat ^^
*MMC
♥ WANITA SEJATI
Seorang wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Wanita sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Wanita sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Wanita sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Wanita sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Wanita sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Wanita sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Wanita sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
♥ PRIA SEJATI
Pria Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.
Pria sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.
Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
Pria sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.
Pria sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.
Pria sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.
Pria sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.
Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.
Pria Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.
Seorang wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Wanita sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Wanita sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Wanita sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Wanita sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Wanita sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Wanita sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Wanita sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
♥ PRIA SEJATI
Pria Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.
Pria sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.
Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
Pria sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.
Pria sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.
Pria sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.
Pria sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.
Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.
Pria Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.
source: someone's blog ^^
Menjadi seorang teman tidak harus selalu tersenyum
setiap saat. Sesuaikan dengan keadaan. Jika sedang bahagia ya tunjukan
bahagianya dengan tersenyum dan tertawa, dan jika marah juga tunjukan
kemarahannya dengan cemberut atau amarah yang bijaksana. Namun semua berada
dalam tataran kewajaran.
Menjadi seorang teman tidak harus selalu setuju
setiap saat. Sesuaikan dengan kata hati. Jika setuju ya tunjukan kesetujuannya
dengan semangat, dan jika tidak setuju juga tunjukan ketidaksetujuannya dengan
bijaksana.
Menjadi seorang teman tidak harus selalu berada di
sisimu. Teman bukanlah pasangan hidup yang selalu ada disisimu tidak hanya
secara fisik, tetapi juga ada di hatimu secara bathin. Sayang sekali jika kita
mengabaikan kedekatan fisik dan bathin dengan pasangan hidup yang seharusnya
diutamakan - demi meluangkan waktu untuk seorang teman.
Menjadi seorang teman tidak harus selalu mengikuti
langkahmu ke mana kamu pergi. Karena jika demikian, seorang teman tidak berbeda
dengan seorang ’stalker’ celebrity. Setiap orang memiliki dan menghendaki
ruangan bagi dirinya sendiri.
Bagiku, menjadi teman tidak membutuhkan tujuan dan
harapan. Wajar dan mengalirlah sebagai teman. Jika pertemanan sudah dibumbui
suatu tujuan, ‘apa yang diharapkan dari pertemanan ini?’, maka pertemanan
menjadi tidak ikhlas, dan mudah untuk menjadi tercerai berai jika harapan dan
tujuan pertemanan tidak tercapai.
Teman bukanlah sebuah komoditi berharga berapa ribu
dolar. Teman bukanlah angka-angka peningkat status dengan ribuan ‘friends in a
second’. Teman yang natural - bukan artifisial - adalah teman yang sewajarnya,
yang setidaknya hati kecilmu berbisik dan berkata bahwa dia adalah temanmu.
Subscribe to:
Posts (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact